Berani Cerita # 04 Flying without Wings

“Yoto!!” “Kamu sudah bapak peringatkan berkali-kali yah!”
“Ke ruang BP, sekarang!”
“Eh! Ya Pak.”

Di luar kelas, Suyoto berpas-pasan dengan Ibu Yeli. “Ketiduran lagi To?!”
“Iya.” “kok tau Bu?”
“Itu, bekas ilermu masih ada.”
“Kamu ini, gak malu apa sama temen-temenmu?”
“Tampangmu kayak orang nggak pernah mandi, seperti nggak punya semangat hidup saja. Makanya, gak ada yang mau bergaul sama kamu..”
“Sekolah itu pake uang To. Jangan mentang-mentang pinter, lalu bisa seenaknya.. .”

Suyoto yang pendiam hanya bisa mengangguk mendengar omelan wali kelasnya.

***

Prak!! Ratusan batu bata melungsur dari atas gedung.

“Masya Allah!” Suyoto terperangah. “Untung nggak ada orang dibawah.”
“Gimana sih lu To!” “Ngomong dong kalo nggak mau kerja lagi!”
“Maaf Bang, tali pengamannya lepas!” Yoto terpaku. “Ntar potong dari upah ku aja Bang?!”

Ucapan Wali Kelasnya tadi pagi, membuyarkan konsentrasi Suyoto malam ini.

***

“Mas, Yati nggak mau sendirian.. .”
“Yati gak punya siapa-siapa lagi kalo mas pergi.”
“Sudahlah Yati, kamu ikut Ibu aja yah?” Pinta Bu Ratmi, tetangganya.
“Kamu kan udah mau masuk SMA, kok masih kayak anak kecil begitu.”
“Tapi Yati juga pengen, ikut kesana.”
“Ikhlaskan saja. Nanti kamu belajarnya yang rajin, biar kayak Mas mu” Ucap Bu Ratmi.
“Mas mu ini kan disana kuliah Ti. Walaupun di biayain, tapi hanya cukup buat satu orang.” Ujar Suyoto sambil memasukkan barang-barang ke dalam ransel bututnya.
“4 tahun itu nggak lama, setelah itu kan mas langsung kerja. Nah kalo sudah gitu, Yati baru bisa tinggal sama mas disana.”
“Iya toh mas.. Janji ya!”
“Waaah.. Yati udah nggak sabar, pengen liat Bunga Sakura berguguran.”

Note :
# 252 Kata
# Tema : Lagu Natasha Bedingfield – Unwritten
# Lampu Bohlam #4 – Terbang

9 pemikiran pada “Berani Cerita # 04 Flying without Wings

  1. oh… terbang ke Jepang ya. aku suka dialog tanpa keterangan pembicara yang disajikan di sini. tapi coba diperhatikan, ada dua dialog berurutan oleh orang yang sama. ini bisa menimbulkan salah persepsi. kalau memang ini orang yang sama sebaiknya disambung saja. kalau dipisahkan, justru harus diberi selipan satu kalimat suasana.misalnya ini:“Maaf Bang, tali pengamannya lepas!”“Ntar potong dari upah ku aja Bang ?!”itu kan dua-duanya oleh Yoto. kenapa harus dijadikan dua kalimat? jika itu diucapkan dengan jeda waktu, bisa diselipi satu kalimat. misalnya: Yoto terpaku.terima kasih sudah gabung di Lampu Bohlam 🙂

Mo Komen? dipersilahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s