Prompt # 8 : Kendi Ajaib

kendi

“Hei! Maliiiiiing!” 

Seorang wanita muda, menunjuk laki-laki yang berlari terseok-seok ke arah Pak Pardi yang sudah siap siaga memasang kuda-kuda di balik tembok.

“Ciaaat!!!” 
 

“Gedebuk! Si Maling terjungkal. Pak Pardi meraihnya, lalu mengunci pergelangan tangan dan menjambak rambutnya. “Nyuri apa kamu?!”

“Ampun Pak ampuuuun..! Saya cuma meminjam Kendi ini. Kalau sudah selesai, nanti akan saya kembalikan.”

Wanita muda itu datang terengah-engah untuk memastikan. “Iya bener, ini Malingnya Pak!”

Pak Pardi menarik paksa Si Maling. “Ikut saya!”

***

Pak Pardi menyodorkan sebuah kursi. “Duduk!”

“Apa maksudmu dengan meminjam Kendi ini?!”

“Eh! Begini Pak… Saya dengar, orang-orang di kampung selalu membawa segepok uang, setelah keluar dari sini. Lalu saya pun bertanya, bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu dengan mudah. Temanku bilang, uang-uang itu berasal dari Kendi Ajaib dan saya harus memberikan salah satu barang berharga sebagai persyaratannya.” Dia menghela nafas. “Tapi sayang, saya tidak punya barang berharga satu pun Pak.”

“Kamu jangan mengada-ngada, jawab dengan jujur?!”

“Benar Pak.. Tetangga saya yang seorang dukun, menyarankan saya membawa Kendi itu untuk di jampi-jampi, agar bisa melewatkan persyaratannya. Karena Ibu harus segera di bawa ke dokter, jadi saya nekat untuk mengambilnya Pak,” ucapnya memelas.

“Hahaha…hahaha…hahaha…” Pak Pardi tertawa kencang.

“Kebetulan sekali! Baik, akan kukabulkan permintaanmu. Kamu akan mendapatkan uang segepok. Tapi sebelum itu, kamu harus membantu dan melaksanakan semua perintahku!”

“Hahaha…hahaha…!” Pak Pardi tertawa lagi, tapi kali ini terdengar seperti tawa Jin Mustapha di telinga Si Maling.

Si Maling sempat ketakutan, tapi “Siap, Pak Jin!” Reaksinya berubah penuh semangat. Lalu mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Sebenarnya Pak Pardi merasa iba. Karena postur Si Maling, yang belum lulus SD dan masih lugu itu mengingatkannya dengan Si Kurdi, anak lelakinya yang sama-sama berkaki pincang.

“Baiklah,” lanjut Pak Pardi. “Mulai hari ini, Aku perintahkan kamu untuk mengepel dan membersihkan ruangan yang ada di sini. Sebulan sekali, kamu harus memotong rumput yang ada di halaman kantor,” ujar Si Satpam Senior itu, sambil mengelap Maskot Kantor Pegadaian yang masih ada di tangannya.
Note : # 323 Kata

30 pemikiran pada “Prompt # 8 : Kendi Ajaib

  1. Hahaha… keren idenya mbak. Suka deh bacanya…Wah, aku sedang banyak kerjaan di kantor jadi gak ada waktu utk latihan nulis FF lagi nih.

  2. woalah… lagi ngeh hubungan "orang-orang datang bawa barang berharga terus keluar bawa uang segepok" hahahahahaha *tepok jidat*tapi kok kayak maksa ya :)))

  3. "orang-orang datang bawa barang berharga terus keluar bawa uang segepok" saya pikir kata-kata itu keluar dari mulut temennya yg masih bocah dan culunnya kyk si maling aja mbak, hihihi…*terinspirasi dari ponakan2 aja, waktu lg jalan2 bareng, trus ngeliat kantor pegadaian. Yang masih SD pada gak tau arti dari Pegadaian, trus sepupunya *sama culunnya* bilang "maksudnya, klo kita masuk kesana harus bawa satu brg berharga nah pas keluar dari situ, kita bakal dapet uang segepok" hihihi…

  4. Bukan Mbak Jiah, Satpam Aje..:D. Pas Paragraf pertama kan udah keliatan, kendi nya gak pake di gosok2. Klo Jin nya keluar duluan kan gak mungkin :DBerita nya emang bener, klo kita nuker barang berharga nya banyak, apalagi emas, duit nya jg bakal segepok.*kata temen saya yg suka ngegadein brg* hihihi.. Tapi karena yg ngegosip pd culun2 *gak pernah masuk kantor pegadaian nongkrongnya diluar aje trus males buka kamus buat nyari arti pegadaian* maskot kantor pegadaian yg berupa kendi dikira beneran ada Jin nya hihihi..*udah full yak my explanation* hehehe…

Mo Komen? dipersilahkan...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s